Gempa 7,6 Magnitudo Guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Warga Berhamburan Keluar Rumah
MANADO, KOMPAS.com - Gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Selasa pagi, 15 April 2026. Pusat gempa berada di laut pada koordinat 2,15 LU dan 126,20 BT, sekitar 130 kilometer arah barat daya Kota Ternate, Maluku Utara, dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan terasa kuat di sejumlah wilayah, termasuk Manado, Bitung, Ternate, dan sekitarnya. Warga berhamburan keluar rumah dan gedung perkantoran. Beberapa laporan menyebutkan terjadi kerusakan ringan pada bangunan di Ternate dan sekitarnya.
Respons Cepat Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah setempat langsung mengaktifkan posko siaga bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara dan Maluku Utara melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan signifikan.
"Kami sudah menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk melakukan pemantauan di wilayah masing-masing. Sementara ini belum ada laporan korban," ujar Kepala BPBD Sulawesi Utara, Joi Oroh, dalam keterangan pers.
Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, warga di pesisir pantai diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.
"Kami terus memantau perkembangan dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta menghindari bangunan yang retak atau rusak," kata Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG.
Sejarah Gempa di Sulawesi Utara dan Maluku Utara
Wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara memang rawan gempa karena berada di pertemuan lempeng tektonik. Pada 2019 lalu, gempa 6,8 magnitudo juga mengguncang wilayah yang sama dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan.
Ahli geologi dari Universitas Sam Ratulangi, Dr. John N. Rende, mengingatkan pentingnya edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat. "Gempa bisa terjadi kapan saja. Yang terpenting adalah kesiapsiagaan dan respons cepat," ujarnya.
Sampai berita ini diturunkan, gempa susulan masih terjadi namun dengan kekuatan yang lebih kecil. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan BMKG.
Video Ad
Tags
Artikel Terkait
Belum ada artikel terkait saat ini.