Selat Hormuz Kembali Dibuka, Iran Izinkan Kapal Asing Melintas
Teheran, Iran - Pemerintah Iran secara resmi membuka kembali Selat Hormuz bagi kapal-kapal komersial asing pada Rabu (15/5/2024), mengakhiri penutupan sementara yang diberlakukan sejak awal Mei lalu. Keputusan ini diambil setelah terjadi eskalasi ketegangan dengan Amerika Serikat terkait sanksi ekonomi dan keamanan maritim di kawasan Teluk Persia.
Selat Hormuz, jalur sempit sepanjang 50 kilometer yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Sekitar 20% pasokan minyak global melintasi selat ini setiap harinya. Penutupan sementara oleh Iran sempat memicu kekhawatiran pasar energi global dan mengganggu arus perdagangan internasional.
Iran Sebut Keputusan Dibuka demi Stabilitas Ekonomi
Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran, pembukaan kembali Selat Hormuz dilakukan demi menjaga stabilitas ekonomi regional dan mencegah dampak negatif bagi negara-negara tetangga. "Kami membuka jalur ini untuk memastikan kelancaran pasokan energi dunia dan menghindari gejolak pasar," ujar juru bicara kementerian.
Namun, Iran tetap menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat kondisional dan dapat dievaluasi kembali jika ada provokasi lebih lanjut dari pihak asing. Sejumlah analis menilai langkah ini sebagai upaya diplomasi untuk meredakan tekanan internasional sekaligus menunjukkan pengaruh Iran atas jalur pelayaran strategis.
Dampak bagi Pasar Minyak Global
Pembukaan kembali Selat Hormuz disambut positif oleh pasar minyak global. Harga minyak mentah jenis Brent turun 1,8% dalam sehari setelah pengumuman tersebut. Sejumlah perusahaan pelayaran internasional yang sebelumnya mengalihkan rute juga mulai bersiap untuk kembali melintasi jalur normal.
Meski demikian, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa ketegangan di kawasan Teluk masih berpotensi memicu gangguan pasokan di masa depan. "Selat Hormuz tetap menjadi titik rawan konflik, dan keputusan Iran bisa berubah sewaktu-waktu," kata seorang analis energi dari lembaga riset berbasis di London.
Konteks Ketegangan AS-Iran
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran merupakan respons atas peningkatan sanksi ekonomi dari Amerika Serikat, terutama terkait program nuklir dan aktivitas militer Iran di kawasan. Pada awal Mei, militer Iran menangkap dua kapal tanker berbendera asing yang dituduh melanggar peraturan maritim di perairan Iran.
Ketegangan ini memunculkan kekhawatiran akan terjadinya blokade de facto yang dapat mengganggu pasokan minyak global. Sejumlah negara sekutu AS, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, meningkatkan kesiapsiagaan keamanan maritim mereka selama periode penutupan.
Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, perhatian kini beralih pada upaya diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Sejumlah pihak berharap agar dialog antara Iran dan negara-negara Barat dapat kembali dibuka untuk mencari solusi jangka panjang atas konflik di kawasan Teluk Persia.
Video Ad