Lewati ke konten
Ekonomi dan Bisnis Trenggalek

Harga Cabai di Trenggalek Hari Ini Tembus Rp 60.000/Kg, Pedagang: Stok Menipis

Oleh PanselaTime
Harga Cabai di Trenggalek Hari Ini Tembus Rp 60.000/Kg, Pedagang: Stok Menipis
Sumber gambar: Radar Tulungagung - Jawa Pos · Kredit: Radar Tulungagung - Jawa Pos

TRENGGALEK, KAMIS — Harga cabai rawit di pasar tradisional Kabupaten Trenggalek kembali melonjak pada Senin (23/3/2026). Pantauan di Pasar Karangan menunjukkan harga cabai merah keriting dan cabai rawit merah tembus Rp 60.000 per kilogram, naik sekitar Rp 15.000 dari pekan lalu.

Salah seorang pedagang sayur, Siti Nurhayati (42), mengatakan kenaikan ini dipicu minimnya pasokan dari petani lokal. "Sudah hampir seminggu ini pasokan berkurang. Kalaupun ada, kualitasnya jelek karena kena hujan terus," ujarnya saat ditemui di lapaknya.

Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur dalam dua pekan terakhir disebut-sebut menjadi penyebab utama. Tanaman cabai banyak yang terserang busuk pangkal batang dan antraknosa, sehingga produktivitas turun drastis.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Trenggalek, Agus Purnomo, pihaknya telah melakukan pemantauan ke sejumlah kecamatan penghasil cabai seperti Panggul, Munjungan, dan Watulimo. "Ada sekitar 30 persen tanaman cabai yang gagal panen akibat cuaca buruk. Kami sedang usulkan bantuan benih tahan penyakit," katanya.

Kenaikan harga ini berdampak pada pedagang kaki lima dan rumah tangga. Warung makan di Trenggalek mengaku terpaksa menaikkan harga menu yang menggunakan cabai. "Kalau begini terus, mau tidak mau harga sambal harus naik. Takutnya pembeli mengeluh," kata Suyono, pemilik warung nasi di Kecamatan Trenggalek.

Meski demikian, beberapa pasar modern masih menjual cabai dengan harga relatif stabil di kisaran Rp 45.000-Rp 50.000 per kilogram, karena mereka memiliki jalur pasok langsung dari sentra produksi di luar daerah.

Dinas Pertanian berharap kondisi segera membaik setelah memasuki April, saat musim kemarau diprediksi mulai stabil. Sementara itu, masyarakat diminta untuk sementara waktu mengurangi konsumsi cabai atau mencari alternatif bumbu lain.

Video Ad

Tags

Artikel Terkait

Komentar

Komentar akan melalui moderasi sebelum dipublikasikan.